Tahun 2018 adalah Tahun Politik

Banyak kalangan mengatakan tahun 2018 adalah tahun Politik, mengapa demikian ? Mari sama-sama kita ulas dan kita simak artikel dibawah ini.  Karena artikel atau tulisan di bawah ini hanyalah menggambarkan bagaimana nantinya di tahun 2018 para elit politik kita berkiprah, marilah kita simak atau kita saksikan dan amati bersama-sama.

Artinya partai mana yang punya strategi menarik maka akan dapat simpatik dari masyarakat akan tetapi kalau sebaliknya maka akan nyungsep dan tanggung akibatnya yaitu bahkan tidak akan punya Fraksi di Parlemen.

Sebagai gambaran atau ilustrasi berikut di bawah ini adalah 10 Fraksi yang ada di Parlemen saat ini dari hasil Pemilu (Pemilihan Umum) sebelumnya tahun 2014 yaitu :

  1. Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( F. PDIP )
  2. Fraksi Partai Golongan Karya ( F. GOLKAR )
  3. Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya ( F. GERINDRA )
  4. Fraksi Partai Demokrat ( F. DEMOKRAT )
  5. Fraksi Partai Amanat Nasional ( F. PAN )
  6. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ( F. PKS )
  7. Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa ( F. PKB )
  8. Fraksi Partai Persatuan Pembangunan ( F. PPP )
  9. Fraksi Partai Nasional Demokrat ( F. NASDEM )
  10. Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat ( F. HANURA )

Mohon maaf artinya jangan sampai kita sudah mengeluarkan energi, tenaga, pikiran bahkan uang yang banyak tapi karena kurang menarik tadi atau bisa di katakan kurang beruntung atau mungkin karena sistem aturan dalam KPU ( Komisi Pemilihan Umum ) yang memang sudah di atur dalam Undang-Undang kita kurang terpenuhi sehingga tidak mendapatkan Fraksi, seperti maaf Partai Bulan Bintang atau PBB dan PKPI.

Dua Partai ini pada Pemilu tahun 2014 karena sesuatu hal itu tadi,  maka tidak mendapatkan Fraksi di Parlemen, oleh karena itu di tahun 2018 yang konon di nama kan tahun politik agar kedua partai tadi dan partai-partai baru tentunya untuk berbenah diri dan kerja keras.  Agar dapat dukungan serta simpati dari masyarakat Indonesia supaya tercapai tujuan awal dulu yaitu bisa memperoleh satu Fraksi di Parlemen.  Sehingga cita-cita yang di usung oleh partai kita bisa di perjuang kan lewat Fraksi nya tadi.

Akan tetapi kalau kita tidak mendapatkan atau tidak memperoleh Fraksi,  ya sama saja kita bergabung di luar Fraksi Pemerintahan yaitu yang biasa di nama kan Fraksi Jalanan atau maaf Parlemen Jalanan, seperti Para Pendemo, unjuk rasa dan lainnya karena hanya lewat ini cara untuk menyampaikan aspirasinya.

Mengingat partai kita kurang beruntung tidak memiliki Fraksi tadi, oleh karena itu mumpung masih ada waktu ayo semangat dan kerja keras.  Kalau Pendemo wajar disebut Parlemen jalanan karena bukan Partai Politik dan tidak andil atau ikut Pemilu, tapi kalau Partai yang resmi ikut Pemilu dan tidak mendapatkan untuk mencapai syarat Fraksi kan sayang.

Untuk itu ayo mumpung baru mau mulai dan belum terlambat harus berbenah diri dan kerja keras serta atur strategi yang baik yang pas agar dapat dukungan serta simpati dari masyarakat Indonesia sehingga kelak di Pemilu Legislatif tahun 2019 akan dipilihnya.

Hal ini yang harus di garis bawahi dan sebagai catatan oleh Partai-Partai Politik Peserta Pemilu mendatang yaitu Pemilu (Pemilihan Umum) Legislatif pada tahun 2019.

Demikian sekilas tentang gambaran bahwa tahun 2018 adalah tahun Politik, dimana Partai-Partai Politik akan bekerja dengan ekstra keras sesuai dengan strategi dan perjuangan Partai mereka masing-masing.

Selamat  berkompetisi secara sehat Kawan-kawan Partai, semoga tercapai target yang tentunya telah di canangkan, akan tetapi dari kesemuanya itu yang lebih utama yaitu demi tercapainya cita-cita Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sama-sama kita cintai dan bangga kan ini !!!

Terima kasih dan selamat berjuang, adijawa solusi (Ketum KejawenKerukunan Jawa Tulen).

Baca juga :  Politik dagang sapi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *