apa itu Politik daging sapi

Politik Dagang Sapi

Di era Reformasi yang sudah berjalan cukup panjang ini, istilah Politik dagang sapi kadang kerap kita dengar.  Tapi kita terkadang bingung apa, maksud dari Politik dagang sapi yang sebetulnya hanya istilah atau sebutan saja. Karena di pendidikan dan mata kuliah ilmu politik yang namanya politik dagang sapi itu nyaris tidak ada. Tetapi kenapa kadang kita sering dengar dan sering di pakai istilah itu, mengingat dari kata-katanya juga kurang pas atau kurang santun dan tidak mendidik.

Apa itu Politik dagang sapi ?

Tidak ada salahnya kita mencoba mengetahui atau menterjemah kan istilah ini.  Awal istilah Politik dagang sapi karena adanya saling kepentingan dalam dunia politik akhirnya timbul barter, makanya lawan politik seringkali menyebut politik barter semacam politik mirip dengan dagang sapi.  Akhirnya lama-kelamaan istilah ini mau tidak mau dan suka tidak suka sering muncul,  walau kadang kurang pas dan kurang enak di dengar.

Awal munculnya yaitu dari kemenangan partai politik dalam sebuah pemilu yang tidak mayoritas. Maka untuk memperkuat pemerintahan diperlukan koalisi,   dalam hal koalisi disamping persamaan misi dan misi serta komitmen bersama untuk membangun bangsa, tidak bisa di pungkiri tentunya disini banyak kepentingan dari masing-masing anggota koalisi atau partai itu sendiri.

Disini lah karena saling membutuhkan dan banyak kepentingan antara partai yang satu dengan yang lainnya, maka timbul pertanyaan dapat apa kalau kita bergabung di koalisi, inilah yang kita terjemahkan arti dari politik dagang sapi itu sendiri.

Jadi kalau boleh jujur yang ada hanya kepentingan dapat apa, dapat apa dan kebagian apa kalau kita mendukung atau bergabung atau berkoalisi.

Kalau tidak dapat jabatan atau kedudukan dalam koalisi mending sekalian jelas sebagai Oposisi.

Karena nilai jual Oposisi di depan masyarakat kalau mengawasinya bagus, akan lebih mahal dan berharga di nilai jual nya, jadi untuk jangka panjang ada keuntungan kelak di Pemilu lima tahun berikutnya akan lebih terangkat dengan pengawasan yang positif dia tunjukkan selama menjadi pengawas atau Oposisi tadi.

Tetapi apabila ada imbalan atau politik dagang sapi tadi, dalam mendukung atau menjadi bagian dari koalisi, maka dengan sendirinya lebih memilih menjadi bagiannya.  Mengingat kalau kita duduk di pemerintahan contoh dapat imbalan jatah menteri atau jabatan lainnya di pemerintahan apalagi yang strategis, maka dengan sendirinya partai akan diuntungkan.

Demikian sekilas hanya sebuah gambaran tentang apa itu politik dagang sapi, semoga kita cerdas dalam mengartikannya sehingga kedepan apa yang kita pilih benar-benar pas dan tepat.

Selamat memilih kelak di Pemilu tahun 2019

Laksanakan dengan cerdas dan berfikir jernih untuk nasib kita semua dan bangsa serta negara yang besar ini di 5 tahun kedepan nya !!!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *