Pilkada serentak tahun ini banyak calon Tunggal

Pilkada Serentak tahun ini 14 Daerah Calonnya Tunggal

Setelah masa perpanjangan Pilkada serentak selama tiga hari sudah di tutup, masih tersisa 14 Daerah yang calonnya Tunggal, jadi mau tidak mau dan suka tidak suka maka lawannya yaitu Kaleng kosong. Jadi Pilkada Serentak tahun ini 14 Daerah Calonnya Tunggal maka boleh di katakan suatu trauma atau ketidak berhasilnya KPU atau dalam hal ini tentunya KPUD dalam sosialisasi dan koordinasi Pilkada serentak atau karena beratnya persyaratan untuk calon Independen atau calon Perseorangan.

Mengapa dalam Pilkada Serentak tahun ini 14 Daerah Calonnya Tunggal ?

 

Untuk menjawab pertanyaan tersebut diatas marilah kita simak ulasan di bawah ini, yang pertama karena beratnya Uang mahar yang di minta oleh Partai Politik kata beberapa calon kepala daerah, kalau menurut Para Elit Partai, Partai tidak meminta uang akan tetapi itu untuk biaya Kampanye baik mulai sosialisasi dan pengenalan calon, dan di lanjutkan dari mulai pendaftaran sampai ke Kampanye dan pemenangan nya.

Baca juga :  KPUD memperpanjang waktu 3 hari untuk calon yang baru satu

Jadi kalau sama-sama kita amati hal inilah yang membuat beberapa calon mundur dari Pencalonan nya artinya belum tentu terpilih menjadi Kepala Daerah sudah mengeluarkan Uang Mahar yang di minta Partai dengan angka yang begitu sangat besar.

Dan mengapa banyak calon Tunggal di samping mahal nya cost untuk menjadi calon seperti uang mahar yang sudah di terangkan tersebut diatas cukup besar, bagi calon independen kalau boleh di tinjau kembali begitu berat syarat pencalonan nya jadi Pilkada tahun 2018 ini pun Calon Independen atau Perorangan sungguh sangat minim, sehingga jangan salah kalau banyak calon tunggal mungkin kurang lebih itulah salah satu penyebabnya.

Untuk KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan Lembaga lainnya yang terkait di mohon mencari langkah yang strategis dan tegas agar di Pilkada serentak tahun berikutnya tidak ada lagi banyak calon tunggal artinya kalau boleh di bilang ini suatu kegagalan KPU dalam menyelenggarakan Pilkada serentak dan jangan sampai maaf suatu saat ada juga Pilpres yang calonnya tunggal juga.

Hal ini bisa saja apabila ada calon yang maaf rakus dan ambisius memborong semua Partai dan sisakan satu atau dua Partai yang persyaratan nya tidak mungkin sampai batas ambang untuk syarat pencalonan jadi bisa saja ini terjadi di sebuah Politik.

Tapi harapan kita jangan sampai kekhawatiran dan ketakutan itu terjadi, kalau sampai terjadi ini namanya KPU (Komisi Pemilihan Umum) gagal total walaupun sah secara Undang-Undang namun gagal total dalam hal pelaksanaan.

Baca juga :  Pilkada serentak sebagai tolok ukur kecocokan Koalisi Partai

Itulah jawaban beserta gambaran nya dari sebuah pertanyaan mengapa dalam Pilkada serentak tahun ini 14 Daerah calonnya Tunggal, semoga ini semua menjadi PR (Pekerjaan Rumah) buat kita semua dan khususnya bagi Penyelenggara Pemilu dalam hal ini KPU (Komisi Pemilihan Umum) beserta jajaran instansi terkait yang lainnya.

Demikian sekilas artikel tentang “Pilkada Serentak tahun ini 14 Daerah Calonnya Tunggal” semoga bisa menjadi renungan dan pembelajaran kita semua, agar Pilkada serentak tahun berikutnya jangan sampai Calon Tunggal terulang lagi.

Terima kasih dan Wassalam wr wb, AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *