Persaingan sengit menjelang 2019

Persaingan sengit menjelang Pemilu 2019

Pemilihan Umum masih dua tahun lagi akan tetapi Persaingan sengit menjelang Pemilu 2019 sudah mulai dirasakan bahkan nampak memanas dari sekarang. Hal ini mulai nampak dari Koalisi Pemerintahan atau partai pendukung pemerintah yang di motori oleh PDI Perjuangan, Nasdem ( Nasional Demokrat), PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dan Hanura (Hati Nurani Rakyat) ditambah Golkar (Golongan Karya) dan konon katanya PAN (Partai Amanat Nasional) juga mulai merapat ke Partai Pemerintah, serta yang terakhir menyusul PPP (Partai Persatuan Pembangunan).

Di lain pihak ada Partai Oposisi atau penyeimbang yang di motori oleh Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) dan PKS (Partai Keadilan Sejahtera) sedangkan yang terakhir partai yang memposisi kan netral  yang ceritanya kalau kebijakan pemerintah baik dan pro rakyat akan mendukung,  dan apabila kebijakan nya kurang pro dengan rakyat maka partai ini akan mengkritik yaitu Partai Demokrat yang Ketua Umumnya mantan Presiden Republik Indonesia yaitu Jenderal Purnawirawan DR. H. Soesilo Bambang Yudhoyono atau biasa di panggil SBY.

Baca juga :  Tahun 2018 adalah tahun Politik

Pemilu legislatif masih dua tahun lagi yaitu pada tahun 2019, tapi hampir seluruh partai sudah mempersiapkan cara dan gayanya masing-masing untuk membuat simpati rakyat. Berbagai macam cara dilakukan dari mulai sosialisasi, pembentukan pengurus sampai ke tingkat paling bawah atau pun konsolidasi dengan cara mereka masing-masing. Dan Persaingan sengit pun tidak terelakkan lagi menjelang 2019.

Partai pemenang Pemilu tahun 2014 PDI Perjuangan juga ingin mempertahankan kemenangannya begitu pula Partai Golkar yang dulu selalu menang juga ingin menjadi pemenang,  begitu juga Demokrat yang pernah menjadi pemenang juga ingin merasakan itu lagi. Begitu juga dengan partai lainnya sebut saja Partai Gerindra pasti punya keinginan juga menjadi partai pemenang pemilu di tahun 2019 nanti.

Semoga walaupun saling berjuang, berlomba untuk mencari simpati pemilih,  alangkah indahnya kalau kepentingan yang lebih luas atau kepentingan untuk negara dan rakyat,  diutamakan terlebih dahulu.  Sejenak membuang ego masing-masing yaitu yang tadinya untuk kepentingan koalisi nya, kepentingan partainya, golongan atau kelompoknya.

Sementara buang jauh, dan kita satukan demi kepentingan Nasional yaitu kepentingan Bangsa dan Negara yang berpihak ke rakyat serta demi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca juga :  Politik dagang sapi

Harapan kita semua semoga para elit politik kita memberikan contoh yang baik dan mendidik kita semua selaku anak bangsa agar kedepan bisa estapet untuk memegang roda kepemimpinan di masa yang akan datang demi NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Persaingan boleh sengit tapi kepentingan bangsa dan negara harus diatas kepentingan segala-galanya.

Demikian sekilas mengenai “Persaingan sengit menjelang Pemilu 2019” dan selamat berjuang, kemajuan Bangsa dan Negara ini ada di pundakmu wahai Para Elit Politik atau Pejuang politik, semoga Alloh swt senantiasa selalu membimbing kita semuanya Amin !!!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *