Pergantian Panglima TNI yang di percepat membuat Mas Gatot makin kuat dan hebat

Hikmah dari sebuah kebijakan dalam hal Pergantian Panglima TNI yamg di per cepat membuat Mas Gatot makin kuat dan hebat, oleh karena itu keputusan atau kebijakan apapun harus kita terima dengan lapang data dengan penuh keikhlasan. Sehingga buah dari keikhlasan yang benar-benar tulus dari Mas Gatot panggilan akrab Jenderal TNI H. Gatot Nurmantyo akhirnya membuahkan nama Mas Gatot yang melambung dalam beberapa Survey dan menempatkan posisi yang tergolong bagus dalam hal Capres dan Cawapres, untuk masa yang akan datang yaitu tahun 2019. Perlahan namun pasti Mas Gatot namanya melambung sehingga makin kuat dan hebat serta patut di per hitungkan oleh calon yang lain terutama Petahana yang pastinya akan maju lagi.

Mengapa Mas Gatot makin kuat dan hebat ?

 

Untuk menjawab pertanyaan diatas kalau berbicara dari sudut pandang yang luas maka kami akan menjawab mengingat secara tidak langsung dengan di per cepat nya pergantian Panglima TNI yang di per cepat (Mengapa tidak sabar sampai Mas Gatot pensiun yang kurang lebih tinggal 3 bulan lagi) ini membuat maaf masyarakat semakin bersimpati dan sebaliknya semakin membenci kepada yang menggantinya dalam hal ini Jokowi walaupun tidak salah atau tidak melanggar karena ini kewenangannya dan merupakan hak Prerogratif nya namun masyarakat lain dalam hal penilaian nya.

Mau tidak mau dan suka tidak suka bahwa masyarakat Indonesia itu selalu terbawa perasaan kasihan yang penuh dengan simpati dan empati kenapa demikian karena Mas Gatot tergolong orang atau tokoh yang teraniaya dan sengaja mau di singkirkan karena banyak yang picik pemikirannya seakan bagaikan duri dalam daging, padahal kalau berfikir nya secara jernih dengan sudut pandang yang positif bahwa Mas Gatot itu merupakan satu diantara tokoh yang merupakan Aset Bangsa.

Baca :  Apakah ini pertanda runtuhnya Jokowi dari Singgah sana (Istana)

Tapi lagi-lagi para Elit kita kalau ada orang atau tokoh yang cemerlang dianggapnya sebagai saingan dan lebih konyol lagi seolah-olah berbahaya. Inilah yang menurut Pengamatan Ketua Umum Kejawen atau Kerukunan Jawa Tulen bahwa maaf Elit kita sifatnya belum dewasa meski usianya sudah tua.

Bahkan ada kesan tidak memberikan kesempatan kepada yang lebih muda, terlihat kalau ada junior  atau yang lebih muda lebih cerdas, lebih pintar dan pemberani, langsung di pretel dan tidak di berikan kesempatan bahkan di musuhi. Kalau terus-terusan para elit kita apalagi yang seharusnya sudah pensiun pola berfikir nya selalu begini, lama-kelamaan jangan di salah kan kalau suatu saat yang muda berani sama yang tua atau yang junior berani sama yang senior.

Karena ini salah siapa dan dosa siapa ibarat suatu saat yang muda akan berontak karena sudah meledak emosi nya dan tidak terbendung lagi akhirnya marah dan mengamuk. Tapi sebelum ini jadi kenyataan semoga yang tua-tua atau yang senior segera sadar dan insaf agar bisa regenerasi atau istilahnya bagi kesempatan buat yang muda dan berprestasi.

Jangan marah kalau suatu saat benar terjadi, makanya yang tua-tua atau yang senior-senior coba legowo lah kepada yang junior atau yang lebih muda. Kalau mereka mampu bahkan bisa kenapa tidak di berikan kesempatan, katanya demi bangsa dan negara kita harus rela. Dimana letak kerelaan nya dan dimana yang katanya demi bangsa dan negara.

Pepatah Jawa mengatakan Ajining diri soko ucape lathi, maaf kalau orang Jawa pasti memahami peribahasa ini. tapi terkadang demi kekuasaan, demi karier segala macam cara di lakukan inilah yang namanya Perpolitikan di Indonesia saat ini.

Jadi jangan marah mau tidak mau harus di akui dan konyol nya lagi selalu saja ada politik balas dendam, yang sekarang berkuasa membuka aib atau membalas kepada yang kemarin telah lewat berkuasa dan seterusnya dan seterusnya itulah per politik kan yang ada di Indonesia saat ini.

Harapan kita semua semoga pola atau cara berpolitik semacam ini segera di akhiri atau di sudahi, sehingga kedepan nya sudah tidak ada lagi.

Baca juga :  Mempercepat pergantian Panglima TNI suatu kerugian buat Jokowi

Kembali ke Mas Gatot Nurmantyo, dengan di per cepat nya pergantian sebagai Panglima TNI padahal kalau mau sabar menunggu tiga bulan lagi pensiun, membuat diri Mas Gatot dapat keberkahan yaitu dapat simpati dari masyarakat dan Nitizen belum memang Mas Gatot sudah di senangi dan di cintai Para Kyai, Ulama, Ustad, Habib dan santri nya membuat Mas Gatot makin kuat dan hebat untuk calon pemimpin di masa yang akan datang.

Dan kami yakin se yakin-yakin nya pasti Partai yang cerdas dan mengukur diri akan meminang dan mencalonkan Mas Gatot panggilan Jenderal TNI. H. Gatot Nurmantyo sebagai Calon Presiden atau Calon Wakil Presiden di tahun 2019 yang akan datang.

Demikian sekilas ulasan tentang “Pergantian TNI yang di per cepat membuat Mas Gatot makin kuat dan hebat” semoga para pembaca sepakat dan insya Alloh kelak Mas Gatot bisa mengayomi Umat atau masyarakat.

Terima kasih dan mohon maaf atas khilaf semoga bermanfaat, Wassalam wr wb. AS (Penulis)

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *