Mengapa syarat calon Independen sangat berat ?

Minimnya calon Independen karena persyaratan yang terlalu berat

Pilkada serentak sudah di mulai sejak yang pertama pada tahun 2016 kemudian yang kedua pada tahun 2017 dan sekarang Pilkada serentak untuk yang ketiga kalinya yang di ikuti oleh jumlah total 171 Daerah baik Tingkat satu maupun Tingkat dua. Akan tetapi minimnya calon Independen karena persyaratan yang terlalu berat sehingga timbul rasa malas untuk maju dari jalur Independen atau Perseorangan.

Mengapa Calon Independen atau Perorangan sangat minim ?

 

Bagi Para Calon Independen beratnya persyaratan membuat mereka atau para calon Independen malas dalam peran serta atau andil di Pilkada Serentak. Seharusnya ini menjadi perhatian atau koreksi buat Penyelenggara Pemilu dalam hal ini Pilkada, agar respon dan tanggap sehingga calon tunggal tidak akan terjadi atau tidak pernah ada kalau calon Independen di per mudah persyaratan nya.

Tetapi yang namanya Politik semua serba kepentingan apalagi kalau sudah berbicara masalah Partai Politik yang ada hanya kepentingan kelompok atau golongan nya saja. Jadi kalau bicara demi bangsa atau negara hanyalah slogan atau lipstik saja.

Makanya ada istilah Politik dagang sapi artinya saling ada kepentingan atau berbagi rata itu istilah Politik dagang sapi.

Hal ini salah satu yang mematikan atau langkah untuk seorang calon Independen atau perorangan. Karena Para elit Politik sengaja membuat persyaratan yang sangat berat artinya kalau ada calon independen yang lolos sungguh itu sangat luar biasa.

Sengaja atau tidak di sengaja Partai Politik membuat aturan itu supaya para calon maju di Pilkada lewat kendaraan Partai Politik. Jadi keuntungannya di samping bayar mahar yang begitu besar juga dana macam-macam yang harus di keluarkan para calon kepala daerah oleh karena itu yang di untung kan di samping Partai Politiknya juga elit nya atau Pengurusnya.

Jadi imbas nya calon independen di per berat peraturannya supaya itu tadi masuknya lewat Partai untuk kendaraan Politiknya, kalau kita amati sungguh kejam dan tega Para elit Politik kita walaupun tidak semua dan tentunya masih ada yang berhati bersih dan baik.

Akan tetapi kalau bicara mayoritas pasti Partai Politik, maupun elit Politiknya sungguh tega dan kejam hampir tak punya perasaan, maka tidak heran banyak kepala daerah yang sudah jadi mayoritas korupsi untuk mengembalikan dana yang dia keluarkan sebelum mencalonkan yang jumlahnya sungguh besar luar biasa.

Kapankah Politik semacam ini bisa berakhir atau di henti kan atau minimal berkurang, semoga harapan kita ini nantinya bisa terwujud walaupun sangat susah dan hampir pasti tidak mungkin.

Baca juga :  Pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah di Pilkada Serentak di tutup hari

Sekali lagi ini masukan buat Penyelenggara Pilkada atau Pilpres nantinya serta Instansi Terkait baik DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) maupun Pemerintah agar calon Independen bisa banyak peminatnya sehingga tidak akan ada lagi calon tunggal, untuk itu minimal persyaratan nya jangan terlalu berat apalagi kesannya membebankan.

Dan kesan lain calon hanyalah yang punya uang saja yang bisa membayar mahar ke Partai jadi calon belum tentu dari maaf orang yang di kehendaki rakyat atau yang mempunyai kemampuan. ada kesan hanya yang punya uang saja atau anak keturunan dari Para bekas Petinggi saja.

Jadi wajar kalau maraknya calon tunggal, karena hampir semua Partai di borong sama yang punya dana dan sisanya Partai yang tidak cukup kursi nya atau suaranya untuk mencalonkan calonnya dan Beratnya syarat calon independen inilah penyebab adanya calon tunggal di beberapa daerah.

Demikian artikel tentang “Minimnya Calon Independen karena persyaratan yang terlalu berat” sehingga banyak calon Independen atau Perorangan yang tidak sanggup.  Semoga masukan serta saran lewat tulisan ini bisa bermanfaat serta ada hikmahnya buat perbaikan atau masukan kedepan nya.

Terima kasih dan Wassalam wr wb, AS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *