Tender atau lelang kurang transparan

Mengapa Tender atau Lelang kurang Transparan

Di dalam dunia bisnis apalagi kontraktor terkadang kita bingung sebagai pengusaha, mengapa tender atau lelang kurang transparan. Padahal jelas-jelas ada pekerjaan atau proyek yang oleh Instansi yang bersangkutan harus di sebar luaskan dan di adakan tender atau lelang secara terbuka namun kenapa terbukanya cuman setengah-setengah kesannya. Hal ini yang membuat para kontraktor yang tidak punya kolega dalam lingkaran panitia cuma dengar informasi saja namun susah kalau mau ikut berpartisipasi ikut tender atau lelang itu. Apalagi mengharapkan untuk menang tender atau lelang jauh sekali, bagaikan pungguk merindukan bulan.

Apakah yang menyebabkan tender atau lelang kurang transparan ?

 

1.Ketakutan nya Panitia kurang jatah

Tidak bisa di pungkiri dan bukan rahasia umum lagi dan maaf tidak berprasangka buruk namun ini sudah umum dan kebiasaan buruk birokrat kita walau sekarang sudah agak berkurang namun tidak seberapa, oleh karena itu siapakah yang menyebabkan tender atau lelang kurang transparan? penyebab salah satunya yaitu karena ketakutan nya Panitia kurang jatah.

Hal inilah yang akhirnya menyebabkan tender atau lelang jadi kurang transparan karena panitia buat aturan ini itu dengan maksud agar mereka sendiri dapat jatah sehingga bisa bargaining dengan kontraktor nantinya dan bisa di jadikan uang.

Baca juga :  Repot nya SPK (Surat Perintah Kerja) tukar uang di muka

Inilah yang betul-betul kurang sehat sehingga menimbulkan pemenang tender yang terkadang kurang bermutu mengingat cara menyeleksi nya kurang ketat hanya berdasarkan wani piro itu istilah jawa nya, tapi kalau di tanya oleh inspektorat atau pihak yang berwenang pasti tidak mengaku malah mengelak dengan alasan sesuai prosedur lah, sesuai juklak (petunjuk pelaksanaan) atau juknis (petunjuk teknis) lah dan ini itu bagaikan orang yang handal dan pintar dalam menangkisnya.

2. Panitia yang kurang Independen

Penyebab lain mengapa tender atau lelang kurang transparan yaitu Panitia yang kurang Independen, dalam hal ini panitia lelang nya kurang netral artinya kemandirian nya atau independen sebagai panitia sangat kurang.  Maka dalam menyeleksi calon panitia hendaknya yang pertama di samping yang bersangkutan mampu dan integritas nya bagus yang paling penting maaf Akhlaknya.

Karena dengan Akhlak yang baik insya Alloh mereka bekerja atau menyeleksi para calon yang ikut tender atau lelang dengan benar jujur dan baik karena akhlak yang begitu baik sehingga dia hanya akan takut bukan ke atasannya kerja tapi ke Alloh semata.

Untuk itu ini juga saran atau masukan dalam menyeleksi tender atau lelang hendaknya cari panitia yang punya akhlak baik, sehingga nantinya hasil atau pemenang tender nya betul-betul yang memiliki kemampuan dan sesuai serta pantas yang sama-sama kita harapkan.

Sebagai sharing saja walau tidak sepenuhnya namun awal atau cara melihat orang itu ber akhlak baik itu dari tingkah laku, ucapan dan perbuatan ke sehari-hariannya baik di kantor, rumah atau dalam pergaulan.  Kalau dari itu semua baik maka insya Alloh akhlaknya juga baik.

Kalau panitia punya akhlak yang baik maka independen dan mutu kerjanya insya Alloh bisa kita harapkan dan bisa di per tanggungjawab kan.

3. Panitia yang sembrono dan kurang bermutu

Mohon maaf sebelumnya dan bagi yang pernah atau mau jadi panitia jangan tersinggung karena ini banyak sekali kita jumpai walau sudah agak berkurang bahwa penyebab tender atau lelang kurang transparan di samping dua poin yang sudah kita bahas diatas, satu lagi yang sangat vital dan parah karena maaf sekali lagi Panitia yang sembrono dan kurang bermutu

Kenapa demikian karena panitia cuma bergaya seakan-akan bangga sebagai panitia, apalagi yang berperan seperti ketua panitia sombong dan gayanya se langit, mengapa demikian karena sebetulnya mereka kurang bermutu, coba kalau mereka bermutu pasti akan tawadlu atau merendah sopan dan santun bagaikan padi semakin berisi semakin menunduk.

Baca juga yang ini :  Cara agar bisa dapat tender Proyek

Jadi hal inilah yang bisa dan sengaja penulis paparkan karena mendengar dan melihat langsung yang memang sering terjadi terutama di dunia kontraktor dan sejenisnya, akan tetapi jujur penulis tidak ada maksud lain, cuma hanya untuk koreksi semoga kedepan nya tidak akan terjadi lagi.

Dan yang sudah terjadi anggaplah itu sebagai pelajaran buat kita semua semoga tidak akan terulang lagi nantinya.

Demikian sekilas tentang” Apakah tender atau lelang kurang transparan”, terima kasih semoga bermanfaat terutama buat yang berkecimpung di bidangnya.

Wassalam Penulis Adi Kejawen (Kerukunan Jawa Tulen)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *