Aparatur Bea dan Cukai masih lamban dalam Pelayanan

Kinerja Aparatur Bea dan Cukai dalam segala hal masih sangat Lamban

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai patut di acung jempol dalam segala tindak kejahatan baik melalui Bandara maupun Pelabuhan selalu bisa di gagalkan walaupun satu atau dua masih ada yang lewat namun kalau di prosentase sudah sangat mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sebagai pemerhati dan salah satu lulusan Diklat Kepabeanan setidaknya Penulis sangat peduli dengan kinerja Aparatur Bea dan Cukai tapi maaf kalau boleh bicara jujur dan jangan tersinggung karena bukan menyudut kan tapi hanya sebagai bentuk koreksi saja bahwa Kinerja Aparatur Bea dan Cukai dalam segala hal masih sangat lamban, maaf tidak tahu apa penyebabnya Penulis akan terus menelusuri untuk saran-saran kedepan nya demi perbaikan.

Mengapa kinerja Aparatur Bea dan Cukai masih lamban ?

 

Untuk menjawab pertanyaan tersebut diatas mari sama-sama kita amati secara detail antara fakta lapangan dan laporan atau berita-berita yang selama ini di suguh kan baik berita dari Warta Bea dan Cukai sendiri, surat kabar atau Medsos (Media Sosial) serta yang lainnya.

Penulis bukan asal menulis karena Penulis juga merupakan salah satu Pengusaha PPJK dan lulusan Diklat Kepabeanan (Ber sertifikat) yang di selenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Pusat itu sendiri jadi jelas sangat tahu dan paham segala permasalahan atau seluk beluk yang ada baik di Pelabuhan maupun Bandara.

Apalagi sebelum menjadi Pengusaha PPJK atau EMKL, Penulis juga merupakan orang lapangan atau Operasional di salah satu Perusahaan yang tergolong Besar untuk ukuran Forwarder atau Ekspedisi baik Ekspor, Impor maupun Domestik sehingga sering menghadap Para Pejabat Bea dan Cukai baik dengan Kepala Kantor, Kepala Wilayah maupun di Kantor Pusat dan Pejabat di Lingkup Bea dan Cukai seperti Kepala Hanggar, Kepala Perbendaharaan atau Perbend, Seksi Pabean, P2 maupun Pemeriksa baik Pemeriksa dokumen yang biasa di sebut PFPD atau Pejabat Fungsionaris Pemeriksaan Dokumen baik ada istilah PFPD 1 maupun PFPD 2 maupun Pemeriksa Lapangan jadi mohon maaf setelah di telusuri dan di amati dengan sangat cermat sekali lagi maaf sungguh masih sangat lamban Kinerja nya.

Baca juga : PT. R achmad Djasa satu di antara sekian Perusahaan PPJK atau EMKL di                                         Pelabuhan Tanjung Priok

Mengapa demikian mau tidak mau atau suka tidak suka walaupun tidak semua namun masih adanya uang siluman atau amplop yang membuat Kinerja bisa cepat bahkan ekspres, hal inilah penyebab atau kendala satu diantara penyebab lain nya yang menjadi kendala mengapa kinerja Aparatur Bea dan Cukai sangat lamban.

Untuk itu harapan dari Penulis seperti artikel sebelumnya mohon untuk Instansi yang terkait dan bekerjasama dengan LSM atau Lembaga lainnya yang Netral terutama ada Pakar Ahli di bidang Kepabeanan agar adanya Pengawasan secara berkesinambungan atau rutin untuk mengawasi Kinerja Aparatur Bea dan Cukai terutama sekali di Pelabuhan atau Bandara yang sangat ramai dengan arus barang baik impor maupun ekspor.

Hal ini sangat urgen dan penting mengingat Bandara dan Pelabuhan merupakan Devisa yang sangat besar untuk Pemasukan Negara oleh sebab itu bentuk lah Tim Pengawasan yang sah sehingga Aparatur Bea dan Cukai maaf kerjanya sesuai dengan apa yang kita harapkan dan Pemasukan Devisa atau Kas negara akan besar serta melimpah.

Demikian sekelumit tentang sumbang saran yang terangkum dengan tulisan atau artikel dengan judul “Kinerja Aparatur Bea dan Cukai dalam segala hal masih sangat Lamban” semoga bisa di jadikan koreksi dan mohon maaf sekali lagi tidak ada maksud lain apalagi menyudut kan tapi hanya koreksi semata demi perbaikan kinerja nya di masa yang akan datang dan hasil yang di capai sesuai dengan yang sama-sama kita harapkan.

Terima kasih serta mohon maaf Wassalam wr wb, AS (Penulis) yang juga Pengusaha PPJK.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *