Kelebihan atas barang penumpang pesawat

Banyak yang tidak mengetahui batasan dalam bawaan barang atau oleh-oleh dalam aturan para penumpang pesawat. Kelebihan atas barang penumpang pesawat akan di kenakan sesuai dengan pajak impor yang berlaku seperti Bea Masuk 15 % PPN 10% dan PPH 10 % bagi yang punya NPWP Perorangan dan bagi yang tidak punya NPWP maka akan di kenakan PPH 20%, jadi berhati-hatilah dalam membawa barang-barang oleh-oleh atau barang bawaannya jangan sampai melampaui batas yang sudah di tetapkan.

Berapakah batasan atas barang penumpang pesawat ?

 

Kalau perorangan maka harga yang ada dalam invoice atau harga barang tidak boleh melebihi dari US$. 250 untuk perorangan sedangkan keluarga US$. 1.000 oleh karena itu jangan melewati batasan ini agar terhindar dari denda atas barang bawaan penumpang pesawat sebagaimana layaknya barang Impor.

Kalau sudah melebihi ketentuan itu maka barang tersebut bisa di keluarkan dar Bandara tetapi layaknya seperti proses barang Impor yang ketentuannya sudah di atur sesuai dengan Undang-Undang Kepabeanan. 

Kalau boleh jujur terkadang pajak nya lebih mahal dari barangnya dan pesan penulis apabila barang bawaannya di Indonesia ada mendingan tidak usah, terkecuali memang di Indonesia tidak ada itupun jangan sampai melampaui batasan oleh-oleh bagi penumpang pesawat yang memang sudah di tentukan atau di atur.

Baca juga :  Bagaimana cara membuat PIB (Pemberitahuan Impor Barang)

Dengan demikian jadilah penumpang pesawat yang selalu tertib dan menaati aturan dan ketentuan yang berlaku serta mendengarkan imbauan dari Maskapai Penerbangan yang bersangkutan sebelum terbang.

Sehingga tidak akan terjadi bawaan oleh-oleh atau kelebihan barang-barang yang dibawanya demi menghindari tambah bayar yang mana nilai bea masuk dan pajak nya memang terkadang lebih mahal dari pada nilai barang bawaannya.

Selain harga nilai atau harga tersebut diatas, batasan atas barang penumpang pesawat lainnya yaitu jumlahnya jangan berlebihan kaya mau di jual, biasanya kalau keperluan keluarga batas maksimal tidak boleh melebihi dari 10 Pcs kalau perorangan tidak boleh lebih dari 3 Pcs, kalau lebih asumsi Petugas yaitu akan di jual atau di komersil kan lagi makanya di kenakan pajak Bea Masuk selayaknya barang impor.

Oleh karena itu untuk menghindari adanya tambahan pajak atau bea masuk maka harus perhatikan betul batasan-batasan bawaan bagi para penumpang atau setelah pulangnya bawaan atau oleh-olehnya jangan sampai melampaui batas dan ketentuan yang sudah berlaku.

Karena di samping denda juga berbahaya bagi penumpang, bukan hanya kita jadi penumpang lainnya dan akan berakibat fatal.

Baca juga :  Peluang bisnis di Bandara Halim Perdana Kusuma

Coba bayangkan kalau tidak di teliti atau biasa di penerbangan dengan nama Bording, kalau di hitung setiap penumpang membawa bawaan yang lebih berat kali berapa penumpang maka beban pesawat akan kena pengaruhnya maka ada istilah Overload atau kelebihan beban, hal inilah yang di cegah mengingat akan mengakibatkan keselamatan pesawat dan penumpangnya.

Demikian yang bisa penulis sampaikan tentang “kelebihan atas barang penumpang pesawat”, di samping akan di kenakan denda bea masuk dan pajak lainnya yang lebih penting lagi akan terjadi dampak yang terburuk untuk keselamatan pesawat dan penumpangnya.

Semoga imbauan dan sumbang sih ini sifatnya hanya untuk sekedar mengingatkan, karena ini bisa bermanfaat buat kita semua yang biasa naik pesawat namun barangkali lupa atau khilaf dan terlebih lagi buat pengetahuan bagi yang baru pertama naik pesawat ke luar negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *