Jika Pemilihan Presiden Bareng dengan Pemilu Legislatif

Kita berbicara jika sekali lagi jika pemilihan Presiden bareng dengan Pemilu Legislatif,  tentunya dari segi pendanaan, waktu maupun tenaga semakin hemat dan irit segala-galanya.  Akankah dan kapankah keinginan ini bisa terwujud, yang bisa menjawab adalah para elit politik kita. Sebagai warga negara,  kita hanya menurut dan mengikuti saja,  mana yang baik buat bangsa dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang sama-sama kita cintai.

Gagasan atau wacana pemilihan Presiden bareng dengan pemilu Legislatif, sudah lama di wacana kan oleh para elit politik kita, mulai dari lobi-lobi, musyawarah sampai jalan apapun ditempuh.  Akan tetapi heran nya sampai saat ini belum membuahkan hasil yang maksimal.

Mungkin para elit politik mempertimbangkan plus minus atau untung rugi, menjadi salah satu alasan atau dasar pertimbangan lain sehingga wacana ini belum terwujud, hanya para elit politik lah yang mungkin lebih tahu.

Kita sebagai rakyat biasa hanya bisa menunggu dan berharap, ada apakah gerangan mereka disana. Semoga para wakil kita disana berjuang dan bekerja dengan sungguh-sungguh demi kepentingan rakyat Indonesia yang mereka wakili.

Wakil rakyat yang ada di DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) memang sudah maksimal dalam bekerja dan memperjuangkan wacana tersebut diatas, hanya saja dari sebanyak anggota DPR yang berasal dari 10 Partai Politik yang ada di Gedung Parlemen Senayan, kepala boleh sama tapi pemikiran berbeda-beda.  Apalagi dari 10 Partai Politik yang punya kursi disana,  Ketua Umumnya berbeda-beda begitu juga  misi visi partainya pun berlainan.

Walaupun hampir semua partai politik kalau ditanya jawabannya pasti sama bekerja dan membela untuk kepentingan rakyat, tapi kenyataannya wacana ini masih terus tertunda dan tertunda bahkan mungkin tiada, karena mungkin dianggapnya bukan untuk kepentingan rakyat atau bagaimana bagaimana hanya para elit lah yang lebih tahu.

Sehingga sangat susah untuk bisa mewujudkan pemilihan Presiden bareng dengan pemilu Legislatif atau DPR.  Karena tidak ada suara mayoritas yang bisa memenangkan ide tersebut. Karena banyak perbedaan dan banyaknya pertimbangan tadi yang membuat wacana ini tertunda dan tertunda.

Wacana ini bisa terlaksana apabila dari mayoritas anggota dewan kita atau para elit politik kita yang duduk disana,  duduk bersama demi kepentingan bersama untuk negara kesatuan Republik Indonesia dan mengesampingkan kepentingan pribadi, kelompok atau golongan maupun kepentingan partainya,  maka bisa musyawarah mufakat untuk sepakat, demi terwujudnya wacana tadi yaitu terwujudnya pemilihan Presiden bareng dengan pemilu Legislatif atau DPR.

Tapi perlu diingat bahwa namanya politik itu tekhnik atau trik baik yang cantik atau maaf yang picik sehingga susah dibaca apalagi ditebak,  kembali semua tergantung dari hati dan sanubari para elit politik itu sendiri.

Demikian sekedar gambaran dari penulis tentang jika pemilihan Presiden bareng dengan pemilu Legislatif semoga bermanfaat, ambil selagi dianggap ada manfaatnya, dan mohon maaf apabila masih banyak kekurangannya.

Jangan lupa baca jugaMenuju RI 1 di tahun 2019

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *