Kampanye berbau Sara di stop

Hindarkan Kampanye yang berbau SARA

Menjelang tahun Politik rawan keamanan biasanya terjadi di mana-mana terutama di Daerah yang gampang konflik, tapi hal ini beruntung dengan sigap nya serta persiapan pencegahan yang matang oleh pihak terkait baik dari KPU, Kepolisian, TNI, Panwaslu maupun Bawaslu membuat minimal hal yang nantinya kita takut kan insya Alloh tidak akan terjadi. Hindarkan kampanye yang berbau Sara, karena kampanye jenis Sara yang paling rawan konflik bila di bandingkan dengan kampanye uang atau yang lainnya, karena ini menyangkut jati diri dan gampang tersinggung sehingga terjadi gesekan dan menimbulkan konflik. Tapi ini semua para petugas kita sudah melakukan tahap awal dengan cara pencegahan dan berulang kali baik melalui media cetak atau yang lebih terkenal yaitu Medsos (Media Sosial) sudah dilakukan upaya berupa pengumuman dan imbauan.

Apa saja yang termasuk dalam Kampanye berbau SARA ?

 

Diantara Kampanye yang berbau Sara yang pertama sekali biasanya :

1.  A g a m a

Isu Agama biasanya banyak di pakai untuk menjatuhkan lawan politiknya dalam sebuah kampanye, hal ini yang memang di larang oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) mengingat ini sangat merugikan oleh salah satu peserta atau calon tertentu sehingga kampanye cara-cara dengan isu Agama ini tidak di per bolehkan atau di larang.

Untuk itu biar tidak terjadi kampanye dengan cara ini maka langkah yang pertama bagi penyelenggara Pemilu yaitu dengan sosialisasi dan konsolidasi serta membuat baik pengumuman atau imbauan kepada Peserta bahkan seluruh masyarakat agar jangan sampai memakai cara-cara semacam ini.

Cara kampanye hitam semacam ini memang hasilnya sangat ampuh untuk menjatuhkan lawan politiknya makanya ini di larang dan bagi yang melakukan akan di kenakan sanksi sesuai dengan pelanggarannya dengan tujuan agar jangan terulang lagi.

2. Etnis atau Suku

Kampanye yang berbau Sara yang lainnya yaitu dengan menyebarkan isu etnis atau suku, karena cara ini juga gampang atau mudah untuk menjatuhkan lawan politiknya dan maaf bagi yang Pribumi walaupun kata-kata pribumi konon sudah di larang akan tetapi terkadang yang membuat isu itu lebih jago dan pintar sehingga kata-kata dalam pengucapan pribumi bisa di rangkai agar tidak ketara dalam pengejekan atau mencela etnis atau suku ini.

Maka kepiawaian dari Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) atau Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu) disini di uji agar nantinya dalam menetapkan suatu pelanggaran tidak bumerang atau tidak menimpa balik mengenai resiko nya, maklum namanya politik disini semua jago dan pintar bersilat lidah serta memutar balikan kata-kata.

Kata-kata etnis atau suku seperti, Cina, Arab, Negro, Asing, Jawa , Batak, Ambon dan sebagainya memang gampang menyulut kemarahan dan akan merugikan bagi yang minoritas oleh karena itu kampanye yang berbau Sara semacam ini sangat di larang bahkan tidak boleh di samping kurang etis kampanye semacam ini tidak mendidik dan kurang terpuji.

Baca juga :  Persiapan sengit menjelang Pemilu 2019

Oleh karena itu ayo kampanye semacam ini sama-sama kita hindarkan jadi nantinya yang terpilih siapapun benar-benar murni pilihan masyarakat Indonesia yang betul-betul memang menyukai dan menginginkan calon tersebut untuk menjadi Pemimpin atau wakil kita nantinya.

3. Selain Agama, Etnis, Suku dan Ras.

Kampanye lain yang patut di cegah dan di cermati yaitu dengan main dengan maaf petugas atau penyelenggara nya juga hal ini mengingat semua orang membutuhkan uang.

Jadi jangan hanya mengawasi calon, tim sukses atau masyarakat saja, mohon maaf sebelumnya kita masyarakat atau LSM Lembaga Swadaya Masyarakat) juga harus mengawasi Para Calon atau pun Penyelenggara Pemilu agar semua berjalan dengan lancar sesuai dengan tatanan.

Jangan marah kalau di awasi karena ini semua demi kebaikan kita bersama, jadi bukan hanya anda yang mengawasi anda pun selaku penyelenggara dan pengawas pemilu sama-sama dan mau juga kita awasi agar apa, agar hasil Pemilu nantinya betul-betul sesuai yang kita harapkan bersama.

Demikian sekilas tentang “Hindarkan Kampanye yang berbau SARA” semoga bermanfaat dan menjadi pelajaran buat kita semua.

Terima kasih wassalam wr wb AS (Penulis)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *