Saling menunggu Deklarasi Kedua Capres tewrsebut baik Kubu Jokowi maupun Prabowo

Deklarasi Pasangan Capres Cawapres saling menunggu

Saling mengintip dan saling menunggu rupanya itu taktik atau siasat yang di pakai oleh masing-masing kandidat Pasangan Capres Cawapres yang akan mulai mendaftar pada tanggal 4 Agustus bulan depan. Dan Jokowi bersama enam Ketua Umum yang belum lama ini mengadakan pertemuan rupanya menunggu rival nya yaitu Prabowo,  yang sedang mendekati Partai Demokrat agar bisa bergabung di samping sudah 3 Partai yang merapat seperti PKS, PAN dan PBB.  Walau ada juga Partai Idaman yang tidak bisa tampil menjadi Peserta Pemilu akan tetapi punya masa dan penggemar yang tidak bisa doi anggap sebelah mata belum pendatang baru Partai Berkarya. Deklarasi Pasangan Capres Cawapres saling menunggu agar saling tahu kekuatan antara yang satu dengan lainnya.

Mengapa Deklarasi Saling menunggu ?

 

Saling menunggu itulah rupanya yang terjadi di kedua belah Pihak baik Pihak atau kubu Jokowi maupun Prabowo, hal ini karena memudahkan untuk membaca lawan.

Saling menunggu siapa Pendamping atau Calon RI 2 nya maupun menunggu kapan dideklarasi kan nya Pasangan Capres Cawapres nya begitu juga dalam mendaftar ke KPU (Komisi Pemilihan Umum) nantinya rupanya yang sedang di lakukan oleh masing-masing kandidat.

Kemungkinan seperti yang sudah di bahas pada awal Penulisan Artikel ini,  bahwa Jokowi akan di usung oleh 6 Partai yang ada di Parlemen saat ini. Diantaranya PDI Perjuangan, Partai Golkar (Golongan Karya), PPP (Partai Persatuan Pembangunan), Partai Nasdem (Nasional Demokrat), Partai Hanura (Hati Nurani Rakyat) dan walau masih setengah hati  PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) ingin cari aman kemungkinan bertahan menjadi Mitra Koalisi di Kubu Jokowi.

Mengingat PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) mau membuat Poros sendiri sudah tidak mungkin, karena PAN (Partai Amanat Nasional) dan Partai Demokrat kayanya buat merapat ke Kubu Prabowo di samping yang sudah pasti yaitu Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) dan PKS (Partai Keadilan Sejahtera) dan nantinya di tambah PBB atau Partai Bulan Bintang.

Baca juga :  Koalisi Poros Gerindra sebaiknya Pertimbangkan Gatot-Anies 

Kelihatan nya kalau sudah begini adanya maka kekuatan akan berimbang mengingat 5 Partai besar dari Hasil Pemilu Legislatif Tahun 2014 yang di buat sebagai dasar persyaratan Pencapresan berbelah mendukung.

Partai Jawara pada Pemilu Legislatif 4 tahun yang lalu yaitu PDI Perjuangan dan Partai Golkar (Golongan Karya) berada di Kubu Jokowi.  Atau sang Petahana dan Partai terbesar ketiga keempat dan kelima yaitu Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya), Partai Demokrat dan PAN (Partai Amanat Nasional) berada di kubu sang Penantang yaitu Prabowo Subianto.

Jadi hal inilah yang akan menambah ketatnya persaingan siapa nantinya yang akan memenangkan dalam Pemilihan di tahun 2019 mendatang.

Untuk itu agar nantinya bisa memenangkan dalam memperebut kan tiket ke Istana atau RI 1 seperti Penulis sudah memberikan sekedar untuk saran dan masukan yaitu pada artikel sebelumnya yang berjudul Santun dan merakyat jika ingin menang dalam Pilpres harus di perhatikan dan di jalankan.

Karena bagaimanapun juga agar masyarakat simpati dan nantinya akan memilih nya, sehingga kemenangan untuk menuju Istana menghadang di depan mata.

Demikian sekilas tentang artikel singkat yang berjudul “Deklarasi Pasangan Capres Cawapres saling menunggu” semoga bisa bermanfaat umumnya buat Ummat dan khususnya buat kedua Kandidat serta Koalisi maupun Tim nya.

Terima kasih dan Wassalamualaikum wr wb, AS – Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *