Calon RI 2 versi Kejawen

Cawapres versi Kejawen Cak Imin dan Mas Gatot Nurmantyo

Kejawen atau  kepanjangan dari Kerukunan Jawa Tulen turut serta urung rembuk dan memberi masukan kepada para elit politik untuk rencana orang nomer dua atau biasa di sebut RI 2 (Wakil Presiden) yaitu ada dua calon nama untuk kriteria Cawapres versi Kejawen Cak Imin dan Mas Gatot Nurmantyo.  Dimana salah satu pertimbangannya yaitu  yang satu dari unsur sipil satunya dari militer, atau yang  satu dari tokoh partai satunya lagi dari tokoh militer dan keduanya saat ini sedang menduduki sebagai pucuk pimpinan di instansi atau lembaga nya masing-masing, jadi tinggal memilih mana yang pas atau cocok.

Sebagai contoh umpamanya, ini hanya berandai-andai karena Kejawen atau Kerukunan Jawa Tulen tidak berpolitik cuma urung rembuk saja demi mana yang terbaik buat bangsa ini. Sekali lagi contoh Bapak Prabowo di pasang kan dengan Cak Imin atau Bapak Jokowi dengan Mas Gatot Nurmantyo, Tetapi siapapun Calon RI 1 nya monggo Kejawen hanya memberi masukan untuk RI 2 itu ada Cak Imin dan Mas Gatot Nurmantyo.

Dimana Cak Imin panggilan akrab Bapak H. Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB sedangkan Jenderal TNI H. Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI (Tentara Nasional Indonesia) dan secara kebetulan kedua-duanya tidak lain adalah Tokoh Jawa yang sudah pasti dengan sendirinya dengan refleks Kejawen atau Kerukunan Jawa Tulen pasti siap mendukungnya.

Sedangkan untuk Presidennya Kerukunan Jawa Tulen atau Kejawen tidak mempermasalahkan mau Jokowi atau pun Prabowo tidak masalah karena maaf beribu maaf sebagai kerukunan orang Jawa yang notabene nya baik Pengurus maupun Anggotanya hampir 100 % orang Jawa dan keturunannya, maka Kejawen atau Kerukunan Jawa Tulen akan ikut andil dan turut serta membantu serta mensukseskan di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden periode mendatang agar berjalan dengan lancar dan penuh kedamaian.

Karena siapapun tokohnya atau orangnya yang terpilih untuk menjadi pemimpin periode mendatang semoga yang amanah dan bisa bekerja dengan baik jujur dan benar sehingga bisa membawa bangsa dan negara Republik Indonesia maju dan makmur serta gemah ripah lohjinawi utawi.

Untuk itu Kerukunan Jawa Tulen atau Kejawen  turut mengajak dan sangat berharap dalam menghadapi tahun 2018 yang konon di sebut-sebut sebagai tahun politik agar tetap selalu rukun dan gotong royong dalam hal kebajikan utawi guyub rukun agawe becik  sesuai semboyan dari Kejawen (Kerukunan Jawa Tulen).

Baca Juga : Tahun 2018 adalah tahun Politik

Semoga kita semua sebagai anak bangsa untuk selalu saling gotong-royong, menghormati dan menghargai antara yang satu dengan lainnya walaupun kita beda suku, agama, bahasa dan budaya namun kita tetap satu juga yaitu Bangsa Indonesia.

Dan nantinya perbedaan pilihan adalah hanya sebuah kembangnya demokrasi atau bagian dari demokrasi namun perlu diingat untuk kepentingan yang lebih besar kita selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta mengutamakan kepentingan yang lebih besar yaitu kepentingan negara disamping kepentingan masing-masing baik kelompok maupun golongan.

Sekali lagi ayo sesuai dengan semboyan Kejawen (Kerukunan Jawa Tulen) kita harus selalu guyub rukun agawe becik dimanapun anda para sadulur berada.

Baca juga tentang :  Menuju RI 1 di tahun 2019

Demikian sekilas tentang pemaparan serta urung rembuk dari Kejawen atau Kerukunan Jawa Tulen tentang ” Cawapres versi Kejawen Cak Imin dan Mas Gatot Nurmantyo “.

Semoga bisa bermanfaat dan dapat di jadikan masukan atau pertimbangan terutama para elit politik yang bisa memutuskan serta kita semua calon pemilih nantinya.

Mohon maaf atas segala kekurangan dan  kekhilafan serta salam,  matur nembah nuwun  Penulis  (Ketum Kejawen – Adijawa S.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *