Inilah cara membuat PIB

Bagaimana cara membuat PIB yang Benar

Bagaimana cara membuat PIB (Pemberitahuan Impor Barang) yang benar,  menurut Undang-Undang Kepabeanan. Tidak mungkin semua bisa membuatnya, karena untuk bisa membuat PIB (Pemberitahuan Impor Barang) yang benar,  minimal harus pernah Diklat (Pendidikan dan Pelatihan) di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Itupun belum tentu bisa dan benar sempurna,  sebelum menyandang gelar atau Sertifikat Ahli Kepabeanan yang menandakan sudah lulus atau mampu dalam hal Kepabeanan yang di keluarkan oleh DJBC (Direktorat Jenderal Bea dan Cukai) selaku penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan tentang Kepabeanan tersebut.

Bagaimana Cara membuat PIB yang benar ?

 

a.  Menghitung Bea Masuk terlebih dahulu yang ada pedoman dan panduan nya di dalam buku HS (Harmoni Sistem) atau Tarif Pos.  Disitu  Bea masuk dan pajak=pajak lainnya seperti PPN maupun PPH dalam hal ini Pasal 22 Impor, akan jelas persentase nya, yang sudah disesuaikan dengan nama,  jenis serta kegunaan barang,  yang ada di Packing List atau daftar nama barang.

b.  Lihat Harga barang atau FOB yang tertera di Invoice, karena biasanya nilai barang yang di impor selalu ada di dalam invoice, apabila tidak ada nilainya maka Petugas Bea dan Cukai akan menafsirkan harga sesuai barang yang serupa yang ada di dalam negeri ( Indonesia ).

c.  Memperhatikan juga Freight atau biaya pelayaran atau penerbangan yang ada di dalam BL kalau dokumen lewat Pelayaran dan AWB dokumen kalau lewat Penerbangan, dari negara asal sampai ke wilayah Kepabeanan baik pelabuhan atau bandara tujuan di Indonesia. Dan untuk freight laut apabila tidak tercantum busa pakai rumus Asia Tenggara 5%, Asia dan Australia 10 % Afrika, Eropa dan Amerika 15%. rumus ini bisa dipakai apabila freigt tidak tercantum dalam dokumen BL.

d.  Kemudian Harga barang dalam invoice ditambah Freight biaya pelayaran di BL atau biaya penerbangan yang ada di AWB, ditambahkan kemudian dikalikan Asuransi. Ini jika barang itu memang belum di Asuransi kan sebesar 0,5 maka akan menjadi CIF atau menjumlahkan antara nilai barang dan nilai pelayaran atau penerbangan di tambah asuransi.

e.  Langkah selanjutnya setelah ketahuan CIF atau Cost Insurance Freight maka dikalikan dengan Kurs Bea dan Cukai yang berlaku disaat dibuatnya PIB (Pemberitahuan Impor Barang),  maka akan ketemu nilai berapa Bea masuk barang dan pajak-pajak impor lainnya, yang sesuai dengan Tarip Pos dalam buku HS (Harmoni Sistem).

Baca juga  :   Cara membuat PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang) yang benar

Demikian artikel khusus tentang “Bagaimanacara cara membuat PIB yang benar” sesuai dengan Undang-Undang Kepabeanan,  semoga bermanfaat dan selamat mencoba untuk membuatnya.

Apabila ada kesulitan dalam hal pembuatan PIB (Pemberitahuan Impor Barang) atau kesulitan lain yang berhubungan Impor,  dan perihal di lingkup Jasa Kepabeanan maka adijawa solusi dengan senang hati siap membantunya.

Terima kasih dan Wassalamualaikum wr wb, AS (Penulis)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *